Imlek Nasional 2022: Kepedulian dan Bakti Cinta Kasih

JAKARTA, Kabarberita.co.id– Menjadikan cinta kasih sebagai penawar bencana tergambar dalam Bakti Sosial Imlek Nasional 2022 di Sekolah Islam Raudhatul Islamiah, Penjaringan, Jakarta Utara. Di sana, warga keturunan Tionghoa membagikan hingga 500 ton beras, masker medis dan kue keranjang  untuk warga prasejahtera yang terdampak pandemi di sekitar Jabodetabek.

“Imlek tahun ini masih berlangsung dalam masa pandemi. Guna meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak, rangkaian perayaan antara lain berisikan penyerahan bantuan beras, sejalan dengan tema utama perayaan nasional, Cinta Kasih Menghapus Bencana.

Hari ini kita kick off 500 ton bantuan beras imlek, untuk wilayah Jabodetabek. Dan di titik ini, RawaBebek, kami akan memulai dengan membagikan 250 karung beras, masing-masing 10kg untuk 250 kepala keluarga”, ujar Ketua Sekretariat Panitia Imlek Nasional, sekaligus juru bicara panitia, Hong Tjhin, Sabtu (5/2/2022).

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir yang hadir pada acara tersebut, memberikan apresiasi positif atas diselenggarakannya acara bakti sosial ini. Erick Thohir menekankan semangat gotong rotong dan kerukunan adalah kekuatan bangsa Indonesia untuk bangkit dan maju terutama dalam masa pandemi.

“Pancasila adalah kekuatan Indonesia. Keragaman suku, etnis dan agama di Indonesia adalah kekuatan yang tidak dimiliki bangsa lain. Hingga tahun 2025, Indonesia akan terus bertumbuh menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia.

Berdiri dalam keragaman, ada dua hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat saat ini, yaitu terus bekerja, bergotong royong, saling mengasihi dalam perbedaan, serta menjadikannya kekuatan untuk menjadi bangsa yang besar dan disegani di dunia”.

Bantuan berasal dari sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan Indonesia-Tionghoa, antara lain Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI), Yayasan Buddha TzuChi Indonesia, Permabudhi, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia (PTKI), bersama warga Tionghoa yang tersebar di Indonesia, didukung oleh masyarakat lintas iman lainnya.

Lilies Maesaroh, Kepala Sekolah Islam Raudhatul Islamiah, mengungkapkan bahwa bantuan yang dibagikan, sangat berarti bagi wali murid, terutama di masa pandemi. Lilies juga berharap bahwa acara ini bisa memberikan pelajaran kepada murid-muridnya, tentang arti toleransi dan cinta kasih untuk sesama, tanpa memandang perbedaan.

Setelah pembagian 250 karung beras di Penjaringan, selanjutnya akan menyusul 250 ton beras lagi yang akan dibagikan untuk warga terdampak pandemi di sejumlah wilayah Jabodetabek bekerja sama dengan TNI-POLRI.

Dalam baksos yang berlangsung secara simbolis serta mengedepankan protokol kesehatan ini, Hong Tjhin berharap kepedulian lintas pihak dapat menjadi jembatan untuk saling meningkatkan toleransi antar etnis, kepedulian sosial dan cinta kasih untuk sesama.

Sebagai penutup acara, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Denny Sanusi, Plt. Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, dengan harapan di Tahun Baru Imlek 2022/2573, Indonesia bisa segera bangkit dari segala kesulitan serta memperkuat cinta kasih sesama untuk menyongsong segala tantangan ke depan

( Shanty )

Pos terkait