KNPI Gelar Silaturrahmi Akbar Kebangsaan Indonesia

Jakarta, kabarberita.co.id – Ketua Umum DPP KNPI terpilih untuk periode 2022-2025, Muhammad Ryano Panjaitan menegaskan bahwa pemuda Indonesia jangan sampai terjebak dalam retorika dan hal-hal yang bersifat praktis dan pragmatis. Hal tersebut disampaikan Ryano dalam acara Silaturahmi Kebangsaan Indonesia, Selasa (17/5/2022) di kantor DPP KNPI, dikawasan Kuningan Jakarta Selatan.

“Saya selalu menegaskan bahwa pemuda Indonesia, stop untuk tidak terjebak pada sistem retorika politik. Stop hanya terpaku pada mengurusi intrik-intrik yang bersifat praktis dan pragmatis. Marilah kita sebagai pemuda Indonesia saling bahu membahu untuk maju bersama-sama, agar tidak kalah dengan pemuda-pemuda diluar sana yang telah jauh lebih dahulu maju dari kita,” ujar Ryano.

Lebih lanjut Ryano mengajak dan menghimbau pemuda Indonesia agar tidak hanya melihat dari sisi politik kekuasaan, namun menyongsong masa depan dengan politik Kesejahteraan. Menurutnya, sejatinya kekuasaan itu adalah amanah.

“Sebelum amanah itu diterima, marilah berfikir sejahtera. Mari kita kembalikan rumah KNPI ini kepada perannya. Itu harapan besar dari saya,” ungkap Ryano.

KNPI juga punya tugas penting yaitu menghimpun pemuda Indonesia melalui Organisasi Kepemudaan (OKP).

“KNPI itu merupakan laboratorium kader bangsa. KNPI adalah kawah candradimuka dalam mempersiapkan kepemimpin bangsa ini,”

Kelangsungan KNPI mesti melewati proses yang ditentukan melalui regenerasi dan kaderisasi. Apalagi kurang dari dua tahun lagi, pesta politik Pemilu 2024 akan segera berlangsung.

“Ke depan dalam momentum 2024. KNPI harus mempersiapkan kader-kader terbaiknya dalam mengisi, menentukan kekuasaan dan mengisi jabatan publik. KNPI harus menguasai ruang-ruang politik kebangsaan.

Dalam menghadapi pasar bebas, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap oleh UMKM sebesar 96 persen, namun baru 15 juta yang shifting dengan dunia digital. Dan iapun prihatin bahwa bonus demografi yang dimiliki bangsa Indonesia belum bisa dimanfaatkan. namun baru 1,65 persen yang menjadi enterpreneur. Oleh karena itu, ia akan meningkatkan program-program agar tidak buta investasi.

“Program-program seperti inilah yang akan kita majukan ke depan. Jika kita bisa memanfaatkan maka akan menjadi bangsa yang mandiri,” mengakhirinya.

( Shanty Rd )

Pos terkait