Perusahaan Berhenti Operasi Pekerja PT Muroko Gelar Aksi

Jakarta, kilasberita.co.id – PT Muroco adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kayu dari bahan mentah kayu gelondongan menjadi bahan baku dan bahan jadi berupa kayu lapis laminasi.

Perusahaan yang beralamat di Jl. Daan Mogot KM 16, Semanan-Kalideres, Jakarta Barat ini mampu berproduksi sebanyak 2.500 lembar perhari yang sebagian besar untuk konsumsi ekspor utamanya ke Timur Tengah.

Ratusan buruh pabrik PT Muroco menggelar aksi mogok kerja menolak dan meminta pihak perusahaan memberikan pesangon kepada karyawan terkait dengan keputusan perusahaan yang akan memindahkan aktivitas produksi pabrik dari Jakarta ke pabrik Jember Jawa Timur.

Hingga saat ini belum ada itikad baik perusahaan untuk menemui para pekerja yang sudah menunggu di depan gerbang pabrik, siang dan malam.

Dari keterangan salah satu pekerja PT Muroco, bahwa pada tanggal 31 Januari 2022 perusahaan telah melakukan sosialiasi secara lisan. Sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa tanggal 11 Februari 2022 pabrik di Jakarta terakhir melakukan aktifitas operasionalnya dan hak-hak pekerja akan diselesaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Setelah mendengar sosialisasi tersebut, Kami dari pengurus Serikat Pekerja langsung bergerak cepat dengan berkirim surat kepada perusahaan. Surat tersebut bermaksud untuk meminta pertemuan terkait dengan penyelesaian hak-hak pekerja, ujar Muntoha

Namun, hingga surat kedua yang dilayangkan tak ada tanggapan apapun yang diberikan oleh pihak perusahaan. Justru pada tanggal 10 Februari 2022, perusahaan melakukan sosialisasi tertulis dengan menempelkan pengumuman surat keputusan yang menyatakan bahwa Tanggal 12 Februari 2022 aktifitas operasional terakhir pabrik di Jakarta.

Terkait dengan hal tersebut PSP SPN PT Muroco kembali berkirim surat kepada pihak manajemen perusahaan. Namun sampai akhirnya gerbang pabrik terkunci, perusahaan sama sekali tidak memberikan tanggapan.

Menurut Ketua Serikat Pekerja Nasional PT Muroco, Gatot Sukendro, pihak perusahaan memberikan tiga opsi kepada karyawan.

Berdasarkan pengumuman, perusahaan memberikan 3 opsi dengan memperhatikan hak-hak karyawan yaitu mengikuti program pemindahan karyawan/ti ke pabrik Jember dengan ketentuan upah tetap sesuai yang diterima saat ini berikut fasilitas mess dan transportasi ke Jember (opsi A).

Selanjutnya, opsi B yaitu tidak mengikuti program pemindahan yang hendak mengundurkan diri dengan mengajukan surat pengunduran diri secara sukarela dan memperoleh hak surat paklaring untuk pencairan JHT dan uang pisah sesuai ketentuan dan kompensasi dari perusahaan.

Sementara opsi C, perusahaan akan membantu mengakomodir bekerja di perusahaan baru di pabrik Daan Mogot sesuai kuota bilamana sudah memilih opsi 2 tetapi masih mau bekerja.

“Kami hanya meminta diberikan pesangon ketika karyawan sudah tidak melanjutkan lagi hubungan kerja,” ujar Gatot.

Langkah selanjutnya, tambah Gatot, kami menunggu panggilan dari pihak pengawas Suku dinas Ketenagakerjaan Jakarta Barat . Ia berharap perusahaan mau memberikan kejelasan terhadap nominal yang akan diberikan kepada karyawan.

Perusahaan menghapus opsi pensiun dini jadi hanya dikasih pilihan relokasi atau mengundurkan diri.

“Pada opsi mengundurkan diri, perusahaan hanya menjanjikan pembayaran kompensasi dengan cara mencicil sebanyak enam kali tanpa ada pemberitahuan jangka waktu pembayaran dan nominal yang akan di diterima karyawan,” sambung Gatot.

Kami sudah mencoba koordinasi dengan Sudinaker Jakarta Barat tentang hak pesangon para pekerja tegas Gatot.

Awak media berusaha menghubungi pihak perusahaan. Namun sempat diterima kepala keamanan Tri Haryono untuk mengkonfirmasi perihal mogok pekerja tetapi di arahkan untuk menghubungi pengacara perusahaan.

“Silahkan hubungi tim pengacara perusahaan saja ya, karena semua sudah diserahkan ke mereka,” pinta Tri.

Jurnalis dilapangan mencoba menghubungi pengacara yang dimaksud akan tetapi pengacara perusahaan sempat memberika statement ” Perusahaan PT.Muroco tidak tutup tetapi hanya relokasi dari Jakarta ke Jember” sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan secara lengkap dari pengacara PT Muroco .

( Shanty Rd )

Pos terkait