Presiden Jokowi Diminta Selesaikan Konflik Rusia Ukraina Dengan Pendekatan Persahabatan

Jakarta, KabarBerita.co.id – Presiden Joko Widodo sebagai pemegang presidensi G20 memulai kunjungan ke sejumlah negara termasuk Rusia dan Ukraina dengan membawa misi perdamaian. Sebagaimana diketahui, efek konflik ini sangat luas terhadap pasar komoditi dan implasi yang mulai merangkak naik.

Pengamat Hubungan Internasional yang juga Dosen Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Asep Setiawan menjelaskan, terkait dengan kunjungan tersebut, ada dua aspek yang harus diperhatikan oleh Presiden Jokowi. Pertama, kata Asep, Indonesia aktif menyerukan dan mengupayakan perdamaian dunia. Kedua, adalah fokus menjalankan misi G20.

“Indonesia punya alternatif yaitu aktif mengupayakan perdamaian dunia dan upaya ini bisa membuat dunia menghormati kita. Skenario kedua adalah fokus kepada misi G20 saja,” jelas Asep dalam acara diskusi webinar bertema “Pengaruh Konflik Rusia Ukraina Terhadap Pelaksanaan Presidensi G20”, Senin (27/6/2022).

Dari kedua skenario tersebut, ia lebih memilih skenario kedua yaitu Indonesia fokus saja kepada misi G20. Menurutnya, skenario tersebut merupakan upaya minimalis yang bisa dilakukan oleh Indonesia. “Kita bisa berupaya untuk mendamaikan dan minimalisnya kita mampu melakukan misi G20,” ungkapnya.

Sementara itu, Pakar Rusia UI, Dr. Ahmad Fahrurodji berpendapat bahwa kunjungan Jokowi sebagai momentum tepat walaupun hasilnya tergantung kepada banyak faktor. Menurutnya, upaya membangun komunikasi dengan memperhatikan konsep persahabatan berpotensi dapat menyelesaikan konflik Rusia Ukraina.

“Kita penting menjalin komunikasi dengan Rusia dan memperhatikan konsep persahabatan, karena pendekatan personal akan memperkuat hubungan. Saya ingin menggarisbawahi dalam konteks diplomasi harus melakukan seperti ini,” pungkasnya. (red)

Pos terkait