
Mataram(KabarBerita)– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap ancaman abrasi yang terjadi di kawasan pesisir, termasuk di Kota Mataram. Penanganannya, kata dia, harus diawali dengan pemetaan risiko yang komprehensif sebelum menentukan langkah pembangunan infrastruktur.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai usulan Pemerintah Kota Mataram yang telah lama mengajukan pembangunan tanggul pengaman sepanjang sekitar 9 kilometer di kawasan pesisir untuk mengatasi abrasi yang terus menggerus garis pantai.
Menanggapi hal itu, AHY mengaku perlu mempelajari lebih rinci kondisi abrasi yang terjadi di Mataram. Namun secara umum, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali bencana menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
”Ya, terkait isu abrasi, saya tentu harus mempelajari lebih detail apa yang terjadi di Mataram. Tetapi secara umum, kita memang harus serius mengawal pembangunan infrastruktur yang bertujuan mencegah terjadinya bencana,” ujarnya.
AHY menjelaskan, abrasi pantai merupakan salah satu tantangan ekologis yang kini dihadapi banyak daerah pesisir di Indonesia. Selain abrasi, pemerintah juga harus mengantisipasi penurunan muka tanah (land subsidence) yang terjadi di sejumlah wilayah serta dampak perubahan iklim yang memicu kenaikan permukaan air laut.
Menurutnya, berbagai ancaman tersebut harus dipetakan secara akurat agar penanganannya tepat sasaran dan mampu melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
”Akibat krisis iklim dan pemanasan global terjadi peningkatan permukaan air laut. Ini menjadi tantangan ekologis sekaligus tantangan bagi masyarakat pesisir. Karena itu semuanya perlu penanganan yang serius,” katanya.
AHY menegaskan, kebijakan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Sinergi antarpemerintah dinilai menjadi kunci agar upaya mitigasi bencana dapat terlaksana secara efektif.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan harus mampu melindungi kawasan yang rentan terhadap bencana.
”Prinsipnya, kita ingin membangun bukan hanya sekadar membangun gedung, tetapi memastikan jangan sampai ada kawasan-kawasan yang mengalami ancaman. Karena pada akhirnya masyarakatlah yang akan merasakan dampak secara langsung,” tegas AHY.
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa pemerintah pusat membuka ruang untuk mengkaji kebutuhan penanganan abrasi di Kota Mataram, termasuk usulan pembangunan tanggul pengaman pesisir yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk melindungi permukiman dan infrastruktur dari ancaman abrasi.





