Angin Kencang Sapu Bersih Atap Rumah Warga di Kopang

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)– Angin puting beliung menerjang sejumlah rumah warga di Dusun Bebak Desa Berinding Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah sekitar pukul 14.30 Wita, Sabtu (22/03/2025). Tak hanya atap rumah, namun angin yang disertai hujan itu juga merusak bangunan rumah warga.

Warga menyebutkan, saat angin kencang yang berlangsung selama beberapa menit tersebut disertai dengan suara riuh dan hujan lebat.

“Untung tidak ada orang didalam rumah pada saat kejadian. Karena kita masih disawah. Tiba-tiba pada saat kita pulang atap rumah sudah diterbangkan angin dan runtuhannya berserakan didalam rumah,” tutur Inaq Endang yang atap rumahnya rusak.

Hal yang sama juga dialami Uhel Eritia, atap warungnya rusak parah, melayang hingga menutup jalan.

“tap warung saya terbang hingga menutup jalan,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, warga berharap kepada pemerintah memberikan bantuan.

“Kami hanya bisa berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan,” kata Inaq Endang penuh harap.

Kepala Dusun Bebak, Afifudin langsung turun kelokasi kejadian. Berdasarkan  laporan sementara yang diterima tercatat ada empat rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung.

“Data sementara ada empat rumah warga yang terdampak. Tapi kami masih menunggu laporan dari warga yang lain,” katanya seraya memantau kondisi dilapangan.

Berdasarkan hasil pantauan KabarBrita, angin kencang yang disertai hujan mengguyur Wilayah Bebak Berinding Kopang Lombok Tengah, Sabtu (22/3).

Angin kencang yang disertai hujan ini meresahkan warga karena atap warga juga terbawa angin sehingga masyarakat di harapkan untuk lebih waspada terhadap fenomena alam seperti angin kencang tersebut.

Vikri salah satu warga yang sedang beristirahat di dalam kamar tiba-tiba berlari keluar karena terkejut dengan atap rumahnya yg sebagian terangkat dan terjatuh di bawa angin.

Hal serupa juga dirasakan oleh Hapsah dimana tiang antena TV yang terbuat dari pohon bambu terangkat oleh angin dan menimpa rumah tetangganya.

Hingga berita ini diturunkan cuaca dari pagi sampai menjelang ashar cukup cerah di daerah dusun Bebak, tapi angin kencang tiba-tiba datang dari arah barat disertai hujan  ringan yang langsung mengubah keadaan membuat warga panik dikarenakan takutnya terjadi bencana angin puting beliung seperti yang terjadi di daerah Teratak batukliang utara. (Ra/Ris).

Related Posts

KPU NTB Berkurban, Wujud Kepedulian Sosial

MATARAM (KabarBerita) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB menggelar acara berbagi daging kurban ke masyarakat sekitar. Acara yang berlangsung khidmat dan khusyu digelar dihalaman Kantor KPU NTB pada, Jumat (29/5/2026)…

Warga Non Muslim Ikut Berkurban, Idul Adha di Graha Majapahit Jadi Potret Indah Toleransi

Mataram(KabarBerita)— Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Mushalla Al Muhajirin, Perumahan Graha Majapahit, menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya dipenuhi nuansa religius dan kekhusyukan ibadah, momentum…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora