Dandim Letkol Arm. Karimmuddin Rangkuti Komit Dukung dan Kawal Program MBG

Lombok Tengah, (KabarBerita) – Komandan Kodim (Dandim) 1620/Lombok Tengah Letkol Arm. Karimmuddin Rangkuti menegaskan komitmennya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

“MBG ini kan memang program dari presiden langsung, dalam hal ini pelaksana di lapangan Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Letkol Arm. Karimmuddin Rangkuti saat bersilaturrahmi dengan sejumlah warga di Kopang, Sabtu (31/5).

Dijelaskan Kodim yang baru menjabat dua bulan ini, TNI bertugas mendampingi dan mengawasi mulai dari pembentukan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga memastikan kualitas dan kelayakan makanan yang akan disiapkan oleh tiap-tiap dapur umum.

“Kita dampingi, kita arahkan, kita cek awasi di lapangan mulai dari dia memasak, kebersihannya, kelayakannya kualitas makanan sampai didistribusikan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Pihaknya pun berkomitmen mendukung dan mensukseskan program langsung dari presiden Prabowo itu memberikan makanan bergizi bagi generasi anak bangsa sesuai dengan amanat undang-undang.
“Ya karena memang ini (MBG) sudah menjadi perintah langsung dari panglima tertinggi kita yakni presiden. Jadi seluruh program pemerihtah yang dikuatkan oleh UU itu, kami selaku TNI harus mendukung dan mengawal,” pungkasnya penuh komitmen.

Dijelaskan Letkol Arm. Karimmuddin Rangkuti, dalam melakukan pengawalan itu pihaknya jugq dibantu oleh beberapa Yayasan di lapangan. Karena satu dapur umum bisa memproduksi hingga 30 ribu porsi makanan. Sehingga menurtnya perlu kerjasama dan kolaborasi semua pihak.

Kedepan pihaknya berharap melalui program MBG itu akan melahirkan ketahanan pangan lokal, karena semua bahan yang diperlukan dalam program MBG adalah pangan lokal dan tidak didatangkan dari luar.

“Harapannya dengan TNI, ketahanan pangan sumber daya bahan makanan, kita tidak megambil dari luar. Kita sudah mandiri mulai dari proses penamaman kemudian panen. Dan nantinya bisa digunakan untuk MBG. Jadi perputaran ekonomi di daerah juga jalan,” pungkasnya.

Lebih jauh, pihaknya berharap agar semua Kecamatan bisa merasakan program MBG.

Penulis : Dedy Supiandi

  • Related Posts

    Latihan Kesiapsiagaan Militer Dipusatkan di KEK Mandalika

    MATARAM (KabarBerita) – Latihan kesiapsiagaan militer yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah selama satu hari resmi dilepas Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal,…

    Komisi IV DPRD NTB Soroti Efektivitas APBD, Dorong Pengadaan Riset dan Mitigasi Bencana Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Mataram (KabarBerita) — Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat dengar pendapat bersama Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta Badan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Latihan Kesiapsiagaan Militer Dipusatkan di KEK Mandalika

    Latihan Kesiapsiagaan Militer Dipusatkan di KEK Mandalika

    TK Raudatush Shibyan Al Amin Pejeruk Sabet Medali Emas di Ajang NYMO 2026

    TK Raudatush Shibyan Al Amin Pejeruk Sabet Medali Emas di Ajang NYMO 2026

    BNN Mataram Cup 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Sekaligus Kampanyekan Indonesia Bersinar

    BNN Mataram Cup 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Sekaligus Kampanyekan Indonesia Bersinar

    Fraksi-fraksi DPRD Mataram Setujui Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti SiLPA hingga Optimalisasi PAD

    Fraksi-fraksi DPRD Mataram Setujui Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti SiLPA hingga Optimalisasi PAD

    Komisi IV DPRD NTB Soroti Efektivitas APBD, Dorong Pengadaan Riset dan Mitigasi Bencana Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Komisi IV DPRD NTB Soroti Efektivitas APBD, Dorong Pengadaan Riset dan Mitigasi Bencana Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat