Dibilang Multiyears, Praktiknya “Nyicil”: Pembangunan Kantor Wali Kota Dinilai Tak Konsisten

Mataram(KabarBerita)— Skema pembangunan Kantor Wali Kota Mataram yang sejak awal diklaim menggunakan sistem multiyears kini justru memantik tanda tanya besar. Di atas kertas tampak rapi dan terencana, namun praktik di lapangan dinilai jauh dari konsep awal, bahkan terkesan “dicicil”.

Sorotan tajam datang dari Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram yang juga Ketua Fraksi NasDem, Bakti Jaya. Ia menilai sejak awal proses pengajuan anggaran sudah menyisakan kejanggalan, terutama terkait konsistensi antara dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek.

“Ini sudah tidak benar dari awal. Dibilang multiyears, tapi di lapangan seperti dipecah-pecah. Ini aneh, Saya baru pertama kali melihat pola seperti ini,” tegasnya.

Menurut Bakti Jaya, konsep multiyears semestinya mengikat satu paket pekerjaan secara utuh. Pembangunan dilakukan sekaligus dengan target waktu tertentu, sementara pembayaran diatur bertahap sesuai kesepakatan. Namun yang terjadi pada proyek Kantor Wali Kota Mataram justru menunjukkan pola berbeda, pembangunan dilakukan bertahap mengikuti alokasi anggaran tiap tahun.

“Kalau pembangunannya ikut bertahap, itu bukan multiyears. Itu proyek tahunan yang ‘dibungkus’ seolah-olah multiyears. Ini yang jadi persoalan,” ujarnya.

Ia bahkan mencurigai perubahan pola ini bukan hanya pada pelaksanaan, tetapi juga berpotensi merembet ke aspek perencanaan. Jika benar perencanaan dilakukan berulang dalam satu lokasi proyek, hal tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius dalam praktik konstruksi.

“Tidak boleh satu lokasi pekerjaan direncanakan berkali-kali. Mana ada satu gedung dirancang sampai tiga atau empat kali. Ini bukan sekadar tidak lazim, tapi berpotensi merugikan keuangan negara,” katanya.

Proyek pembangunan Kantor Wali Kota Mataram yang berlokasi di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela ini diketahui memiliki nilai anggaran sekitar Rp240 miliar. Sejak 2025, proyek ini disebut-sebut sebagai proyek strategis daerah dengan skema multiyears hingga tahun 2028.

Dalam paparan awal kepada DPRD, pembangunan fisik ditargetkan rampung dalam dua tahun, sementara tahun berikutnya difokuskan pada penyelesaian pembayaran. Namun jika pola yang berjalan saat ini benar-benar bertahap sesuai kemampuan anggaran tahunan, maka skema tersebut dinilai telah bergeser dari konsep semula.

“Kalau dibayar sesuai progres tiap tahun dan pekerjaannya juga bertahap, itu bukan lagi multiyears. Ini harus diluruskan,” tegas Bakti Jaya.

Ia memastikan akan segera meminta klarifikasi kepada Sekretaris Daerah Kota Mataram untuk mengurai perbedaan antara rencana dan realisasi proyek tersebut. Baginya, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, terlebih proyek ini menggunakan anggaran publik dalam jumlah besar.

  • Related Posts

    Pemkot Mataram Sebut Penyelesaian Aset Balai GTK Mulai Menemui Kejelasan

    Mataram(KabarBerita)– Polemik pemanfaatan aset antara Pemerintah Kota Mataram dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) NTB mulai menunjukkan titik terang. Pemkot Mataram mengaku telah memperoleh sinyal positif terkait penyelesaian persoalan…

    Silpa APBD Kota Mataram 2025 Capai Rp249 Miliar, Pemkot Siapkan untuk Belanja Prioritas Tahun 2026

    ‎Mataram(KabarBerita)– Pemerintah Kota Mataram mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2025 mencapai lebih dari Rp249 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembiayaan daerah pada tahun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat

    Gubernur : PORWADA 2026 Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Pers NTB

    Gubernur : PORWADA 2026 Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Pers NTB

    Resmi Dibuka, Porwada PWI NTB 2026 Jadi Ajang Perkuat Soliditas Pers dan Jaring Atlet Menuju Porwanas 2027

    Resmi Dibuka, Porwada PWI NTB 2026 Jadi Ajang Perkuat Soliditas Pers dan Jaring Atlet Menuju Porwanas 2027

    Pesepak Bola Muda Asal Mataram Tembus Gothia Cup 2026, Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia

    Pesepak Bola Muda Asal Mataram Tembus Gothia Cup 2026, Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia

    Penyerahan SK Kepengurusan, DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

    Penyerahan SK Kepengurusan, DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

    Resmi Terima SK PON 2028, Gubernur NTB Langsung Gaspol Matangkan Persiapan

    Resmi Terima SK PON 2028, Gubernur NTB Langsung Gaspol Matangkan Persiapan