Kesiapan NTB jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU Masuki Tahap Verifikasi Faktual

Mataram (KabarBerita) – Anggota Tim Verifikasi dan survei lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 Prof. Asrorun Ni’am menyatakan proses penilaian kesiapan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai kandidat tuan rumah memasuki tahapan survei dan verifikasi lapangan yang akan dilakukan pada 4 dan 5 juli 2026.

Menurutnya Penilaian tersebut mengacu pada empat kriteria yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas). empat aspek yang menjadi tolok ukur meliputi kesiapan dan kelayakan sarana-prasarana, dukungan pembiayaan penyelenggaraan, aspek keamanan, serta aspek spiritualitas daerah calon tuan rumah.

“Empat kriteria itu yang menjadi dasar penilaian. Setelah itu dilakukan survei dan fact-finding untuk melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Prof.Asror sapaanya usai mengikuti Istighotsah di Sekretariat PWNU NTB, sabtu (4/7/2026) malam.

Sebagai bagian dari proses, tim survei akan mengunjungi lokasi yang telah ditetapkan oleh Pengurus Wilayah NU NTB, yakni Pondok Pesantren Komarul Huda di Bagu, Pondok Pesantren Darul Falah, dan Pondok Pesantren Islahuddiny. Ketiga lokasi tersebut akan menjadi objek peninjauan langsung terkait kesiapan empat aspek yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Prof. Asror menegaskan proses verifikasi dilakukan secara objektif dengan melibatkan sejumlah unsur dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam kunjungan tersebut, tim akan didampingi oleh KH Imam Bukhari Qalil dari Syuriah, Aisuddin Abdurrahman dari Tanfidziyah, Syarif Munawi dari Tanfidziyah, serta tim sekretariat.

Lebih lanjut ia mengatakan NTB diharapkan mampu memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana proposal yang telah diajukan secara resmi kepada PBNU. Dukungan pemerintah daerah juga dinilai menjadi salah satu kekuatan penting.

“Sudah ada surat pernyataan kesiapan dan dukungan dari gubernur maupun para bupati dan wali kota. Namun yang paling penting sekarang adalah kondisi nyata di lapangan,” katanya.

Ia mengakui waktu persiapan menuju pelaksanaan Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus tergolong sangat singkat. Oleh karena itu, kesiapan teknis menjadi faktor utama dalam penentuan lokasi.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar komitmen, tetapi infrastruktur yang benar-benar siap digunakan atau ready to use, tanpa harus melakukan pembangunan maupun perbaikan besar,” paparnya.

Sementara itu Pemerintah Daerah NTB menyatakan kesiapan dukungannya, dari aspek penunjang guna memuluskan NTB sebagai tuan rumah Muktamar NU, hal ini disamapaikan langsung oleh Sekda NTB Abul Chair, usai mengikuti kegiatan istighotsah.

“InsyaAllah kita siap lahir bathin, dan APBD juga akan kita siapkan di perubahan, jika kita terpilih jadi tuan rumah,” terangnya.

Sementara itu Ketua Dewan Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) NTB Prof. Masnun Tahir menyatakan rasa terimakasih dan apresiasi dengan hadirnya tim survei dari PBNU yang akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tempat pelaksanaan Mukatamar NU jika NTB terpilih sebagai tuan rumah, menurutnya dengan kedatangan dari tim ini, menjadi bukti bahwa NTB bisa bersaing dengan daerah lain, sekaligus menjadi nilai tersendiri bagi daerah bumi gora.

“Pertama saya berterimakasih kepada tim survei, artinya PBNU serius menjawab surat dan keinginan masyarakat NTB,” ucapnya.

Dikatakanya juga dukungan diberikan oleh Pemerintah daerah, dimana Gubernur dan Bupati/Walikota se-NTB ikut mendukung terselenggaranya momen akbar itu di daerah ini.

“Kami juga ketika bersurat ke PBNU itu ada bukti bahwa Pak Gubernur dan Bupati/Walikota siap mensukseskan Muktamar ini,” pungkasnya.

Hasil verifikasi lapangan ini nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk dibahas dalam sidang pada 6 Juli. Selanjutnya, hasil tersebut akan menjadi bahan rapat gabungan PBNU pada 7 Juli yang dijadwalkan menetapkan lokasi penyelenggaraan Muktamar.

Penilaian ini menjadi tahap krusial bagi NTB dalam upaya meyakinkan PBNU bahwa daerah tersebut memiliki kesiapan menyeluruh untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 10 ribu. (Wira)

  • Related Posts

    Tim PBNU Lakukan Survei Lokasi Muktamar ke-35 di Ponpes Bagu Loteng

    Lombok (KabarBerita) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menugaskan tim untuk melaksanakan survei fasilitas, kesiapan, serta daya dukung di sekitar Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara…

    GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Literasi dari Desa

    MATARAM (KabarBerita)- Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal secara resmi meluncurkan Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) NTB dalam rangkaian Kemah Literasi NTB Tahun 2026 yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Tim PBNU Lakukan Survei Lokasi Muktamar ke-35 di Ponpes Bagu Loteng

    Tim PBNU Lakukan Survei Lokasi Muktamar ke-35 di Ponpes Bagu Loteng

    GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Literasi dari Desa

    GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Literasi dari Desa

    Tiga Ponpes Diusulkan PWNU NTB Jadi Lokasi Mukhtamar, Tim Lakukan Survei Faktual

    Tiga Ponpes Diusulkan PWNU NTB Jadi Lokasi Mukhtamar, Tim Lakukan Survei Faktual

    Kesiapan NTB jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU Masuki Tahap Verifikasi Faktual

    Kesiapan NTB jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar NU Masuki Tahap Verifikasi Faktual

    Mengalami Hipotermia, Seorang Pendaki Bukit Savana Dandaun di Evakuasi

    Mengalami Hipotermia, Seorang Pendaki Bukit Savana Dandaun di Evakuasi

    Warga Karang Sidemen Dihebohkan Hilangnya Mustakim di dalam Hutan

    Warga Karang Sidemen Dihebohkan Hilangnya Mustakim di dalam Hutan