Kisah Pilu, Guru Honorer Mengabdi 20 Tahun Gagal Lulus PPPK

LOMBOK TENGAH (KabarBerita) – Perjuangan salah seorang guru honorer asal Dusun Penimpoh Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Lombok Tengah begitu pilu saat mengikuti Tes PPPK 2024.

Guru itu adalah Burhan, S.Pd yang merupakan salah seorang guru di SDN Gunung Gatep Desa Berinding Kec Kopang. Demi merubah nasip dan mendapat kesejahtraan yang layak Ia tetap semangat mengikuti Tes PPPK meskipun kondisi sedang mengalami sakit yang begitu parah.

Untuk bisa mengikuti tes PPPK dia harus dibantu olah keluarga dengan menggunakan kursi roda ke Lokasi pelaksanaan tes. Tapi sayangnya guru yang sudah 20 tahun mengabdikan diri dalam mencerdaskan anak bangsa ini belum juga menjadi ASN PPPK.

Hasil tes yang Ia dapatkan menjadi luka pilu yang mendalam, karena menjadi ASN PPPK adalah harapan satu-satunya agar bisa merubah nasib selama 20 tahun pengabdiannya.

Dan kondisinya sekarang hanya bisa terbaring lemas dirumahnya karena tidak ada biaya untuk berobat. Ia merupakan sosok guru yang sangat aktif diberbagai organisasi dan penuh tangungjawab.

Dibalik rasa sakit yang diderita saat ini, sudah banyak pengorbanan yang diberikan kepada peserta didiknya demi mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harapan bisa terangkat menjadi PPPK sirna begitu saja karena memang kondisi saat mengikuti tes saat itu dalam keadaan sakit.

Sakit yang dialaminya sudah lama, namun diketahui kanker usus ini mungkin baru sekitar 4 atau 5 bulan lalu. Namun meskipun kondisi sedang sakit ia tidak pernah lupa dengan tugas dan tangungjawabnya sebagai guru. Ia tetap mengajar dan tak menghiraukan rasa sakit yang dirasakan.

Dari cerita pihak keluarga, semenjak Burhan kondisinya semakin parah saat ini ia hanya bisa terbaring dirumah kecilnya. Sebelumnya nya Burhan merupakan sosok guru yang aktif, selain ikut sebagai pembina Pramuka juga ikut di Organisasi Karang Taruna Desa.

Awalnya Dia mengira sakit yang dirasakan diperut hanya sakit biasa namun setelah pemeriksaan secara mendalam ia divonis menderita sakit yang begitu parah. Sehingga pihak keluarga berharap ada perhatian dari pihak Pemda atau Dinas terkait.

Ia sudah beberapa kali dibawa berobat ke RS Provinsi dan klinik lainnya namun pengobatan harus terhenti karena tidak ada biaya. Sehingga dengan kondisinya saat ini, pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan untuk pengobatan.

Related Posts

SMPN 18 Mataram Hanya Dapat 13 Siswa Baru, BOS dan Sertifikasi Guru di Ujung Tanduk

‎Mataram(KabarBerita)– Ketimpangan penyebaran siswa mulai mengancam keberlangsungan sekolah negeri di Kota Mataram. Salah satunya SMP Negeri 18 Mataram yang dikabarkan hanya memperoleh 13 siswa baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid…

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

TGH. Khairi Habibullah salah satu pengasuh di Ponpes Nurul Haramain NWDI Narmada Lombok Barat (foto:Dedy/kabarberita)   Mataram (KabarBerita) — Pemerintah Provinsi NTB bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Usai Dominasi Porprov, FHI Mataram Genjot Pembinaan Hoki Lewat Ekstrakurikuler Sekolah

Usai Dominasi Porprov, FHI Mataram Genjot Pembinaan Hoki Lewat Ekstrakurikuler Sekolah

Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi, NTB Percepat Revisi Tata Ruang

Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi, NTB Percepat Revisi Tata Ruang

Cabor Hoki Porprov NTB Resmi Berakhir, Mataram Juara Umum ‎

Cabor Hoki Porprov NTB Resmi Berakhir, Mataram Juara Umum ‎

Geledah Kantor PT AMGM, Tim KPK Bawa Satu Kardus Besar dan Koper

Geledah Kantor PT AMGM, Tim KPK Bawa Satu Kardus Besar dan Koper

PAN Siap Kawal Program Kerja Pemda Lobar Dibawah Pimpinan Ummi Nurul Adha

PAN Siap Kawal Program Kerja Pemda Lobar Dibawah Pimpinan Ummi Nurul Adha

Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM

Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM