Pushidrosal Tingkatkan Sinergitas Dengan Ditjen Hubla Guna Jamin Keselamatan Navigasi Pelayaran

Jakarta, kabarberita.co.id – Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) meningkatkan sinergitas dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) dalam forum pembahasan keselamatan navigasi pelayaran di ruang VIP Anjungan Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur Jakarta Utara. Rabu (12/10).

Forum tersebut juga dihadiri Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto serta pejabat utama Pushidrosal serta para undangan antara lain Dirjen Hubla Ir. Arif Thoha, Direktur Kenavigasian Hengky Angkasawan, Direktur kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Dr.Capt. Mugen S. Sartoto, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt.Hendri Ginting beserta jajaran lainnya.

Selain membahas tentang keselamatan navigasi pelayaran, forum tersebut juga membahas tentang Pengembangan Stasiun Pasut dan Operasionalnya, Peningkatan Kolaborasi data SBNP, Kolaborasi Pemanfaatan data kerangka kapal, Kolaborasi pengembangan peta laut skala besar dengan pemanfaatan data penetapan alur laut pelabuhan dan data hasil survey Pushidrosal, pembahasan tentang Timnas Penataan Pipa/kabel bawah laut, pengembangan profesi Hidrografer, Program Mimnas serta Penajaman perjanjian kerjasama.

Danpushidrosal membuka secara resmi forum tersebut dengan menyampaikan bahwa Pushidrosal sebagai representasi dari IHO berharap mampu mendukung Dirjen Hubla sebagai representasi dari IMO sebagai operator di laut dalam menjamin keselamatan navigasi di laut sehingga kerjasama antara keduanya akan semakin erat.

Selanjutnya dalam sambutannya Ditjen Hubla juga menyampaikan mengenai banyaknya hal yang perlu dikolaborasikan, karena Hubla sebagai representasi dari IMO sangat memerlukan pelayanan dari Pushidrosal terutama dalam menyiapkan Peta Laut yang akurat dan update yang digunakan oleh pelaut panduan dalam melaksanakan pelayaran.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Nautika Pushidrosal Kolonel Laut (P) Sinung Budi Prasojo memberikan paparan tentang sinergitas dibangun antara Ditjen Hubla yang menyangkut tentang pengembangan pasang surut dan operasionalnya serta peningkatan kolaborasi data SBNP.

Kepala Dinas Hidrografi Pushidrosal Kolonel Laut (P) Anom Puji Hascaryo, S.T juga memaparkan mengenai data Batimetri berbasis optic atau yang sering disebut dengan Satelite Derived Bathymetri (SDB) yang dapat membantu data bathimetry sampai dengan kedalaman 10 meter dengan persyaratan perairan jernih. Teknologi ini sangat membantu khususnya untuk menemukan kedangkalan pada daerah-daerah yang memiliki data batimetri yang kurang baik.

( Shanty Rd )

Pos terkait