Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

MATARAM (KabarBerita) – Maraknya pembubaran nonton bareng (Nobar) film “Pesta Babi” disejumlah kampus negeri dan swasta di NTB menjadi sorotan. Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga menghimbau masyarakat untuk tidak menonton. Terlebih khusus dilingkungan pendidikan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB Surya Bahari menyatakan bahwa penayangan film komumentar “Pesta Babi” supaya tidak ditonton di lingkup pendidikan.

“Dampaknya nanti akan luar biasa kalau dibiarkan, seperti kemarin kita koordinasi dengan rektoratnya UNDIKMA, jadi intern-intern yang komunikasi dulu mereka,” ujarnya ke awak media di area kantor Gubernur, pada Senin (11/05/2026).

Ia juga menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberikan himbauan supaya film tersebut untuk tidak ditonton. Meski secara khusus belum ada larangan yang diterbitkan. “Tidak ada larangan secara khusus masih himbauanlah, jangan dulu,”terangnya.

Menurut, Mantan Sekwan DPRD NTB ini, penayangan film tersebut akan memunculkan dampak yang kurang bagus, baik itu dari segi konotasi judul film saja sudah memunculkan makna yang kontradiksi dan itu yang perlu diatensi.

“Menyebut nama (judul film) itu aja kan ye lain wah knen (menyebutnya saja sudah lain maksudnya) tidak elok,” katanya seraya menggunakan bahasa Sasak.

Selain itu, Bahari juga mengkonfimasikan akan ada koordinasi khusus dengan Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) yang nantinya akan membahas hal tersebut baru penyampaian resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.

“Selain itu mungkin nanti kami akan koordinasi dengan Dandim, Polda, nanti setelah rapat Forkopimda mungkin saya sampaikan resminya (keputusan),” ucapnya.

Bahri juga menyinggung soal judul film yang menurutnya kurang pas. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan, selain itu ia juga mengakui dirinya belum menonton film karya Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono yang menyoroti perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan (Merauke, Boven Digoel, Mappi) mempertahankan tanah leluhur dari ekspansi proyek pembangunan raksasa/PSN. Film ini mengungkap dampak kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup akibat alih fungsi lahan. “Lasingan judul film saq kurang bagus ini (kan judul filmnya yang kurang bagus ini) bagi saya ini, karena sampai sekarang saya saja belum nonton,”ucapnya.

Ia juga menegaskan pernyataan resmi bisa dikeluarkan oleh Pemerintah, jika sudah mengetahui secara pasti apa yang menjadi persoalan di film tersebut. “Supaya kita tahu dulu baru kita keluarkan pernyataan resmi ya,” pungkasnya. (Wira/red).

  • Related Posts

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat

    “Alhamdulillah, kemarin saya mendapatkan laporan dari warga Dusun Kumbak Dalam Desa Steling Kecamatan Batukliang tentang ibu Murnah yang telah lama menderita penyakit kulit yang menyebabkan ia kehilangan jari-jari tangan,” Lombok…

    Gubernur : PORWADA 2026 Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Pers NTB

    MATARAM (KabarBerita)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) PWI NTB 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas, integritas, dan profesionalisme…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat

    DPR Lale Syifa Sambangi Murnah Penderita Penyakit Kulit, Berikan Bantuan Usaha dan Biaya Berobat

    Gubernur : PORWADA 2026 Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Pers NTB

    Gubernur : PORWADA 2026 Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Pers NTB

    Resmi Dibuka, Porwada PWI NTB 2026 Jadi Ajang Perkuat Soliditas Pers dan Jaring Atlet Menuju Porwanas 2027

    Resmi Dibuka, Porwada PWI NTB 2026 Jadi Ajang Perkuat Soliditas Pers dan Jaring Atlet Menuju Porwanas 2027

    Pesepak Bola Muda Asal Mataram Tembus Gothia Cup 2026, Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia

    Pesepak Bola Muda Asal Mataram Tembus Gothia Cup 2026, Siap Harumkan Nama Indonesia di Swedia

    Penyerahan SK Kepengurusan, DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

    Penyerahan SK Kepengurusan, DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

    Resmi Terima SK PON 2028, Gubernur NTB Langsung Gaspol Matangkan Persiapan

    Resmi Terima SK PON 2028, Gubernur NTB Langsung Gaspol Matangkan Persiapan