
MATARAM (Kabarberita) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPP PAN H. Muazzim Akbar memastikan jika PAN akan terus mengawal sistem Pemerintahan di Lombok Barat supaya tetap berjalan dengan baik.
HMA sapaanya mengatakan, PAN selaku Partai pengusung sewaktu pemilihan Bupati dan wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) dulu, tentunya akan mengawal dan mensukseskan setiap program yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat, walaupun roda pemerintahan saat ini di Kabupaten Lobar beralih dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Wakil Bupati saat ini yaitu Hj. Nurul Adha atau yang akrab disapa Ummi Nurul Adha.
“Pesan saya dulu adalah, bagaimana Wabup sekarang sebagai pelaksana tugas bupati ini untuk betul-betul dikawal, tentu kami akan mengawal sebagai partai pengusung, bagaimana mensukseskan program-program yang ada di Kabupaten Lombok Barat,” ujar HMA saat memberikan keterangannya ke Media dikantor FEDEX NTB, jumat (24/7/2026).
Lebih lanjut HMA mengatakan yang harus dikawal adalah setiap program yang memberikan asas manfaat ke masyarakat, dan program yang kurang bagus untuk dievaluasi, sehingga kedepan menjadi program yang lebih baik.
“Tentu program-program yang sudah bagus, yang sudah dilaksanakan oleh mantan bupati kemarin untuk dipertahankan, yang belum bagus untuk diperbaiki,” jelasnya.
HMA yang sekaligus anggota Komisi IX DPR RI itu juga menginformasikan jika sewaktu pencalonan dulu, ada tiga partai yang digunakan sebagai kendaraan Politik, Yaitu PAN, PKS dan PKB.
“Jadi partai pengusungnya itu ada tiga, itu PKS, PAN dan PKB,” ucap HMA.
Selain itu HMA juga menyatakan jika, PAN tidak mau berandai-andai terlalu dini terkait kemungkinan PAN akan menyodorkan Kadernya sebagai Calon Wakil Bupati Lobar, jika Mendagri melantik Wabup Sekarang menjadi Bupati definitif nantinya.
“Kita tidak usah bicara dulu, terlalu dini kita bicara tentang siapa wakil bupati, Kalau teman-teman media mungkin menanyakan, karena memang kami sebagai partai pengusung waktu itu dan memang kader kami atau mantan kader kami kemarin menjadi bupati di Lombok Barat,” terangnya.
HMA juga menjelaskan skema untuk proses pemilihan wabup nantinya tidak melalui pemilihan umum oleh masyarakat, tapi tinggal diajukan nanti ke DPRD Kabupaten Lombok Barat, nantinya DPRD Lombok Barat menganggarkan melalui BANMUS untuk pemilihan wakil bupati.
“Yang diajukan itu minimal dua orang, ya mungkin nanti dari PKB satu orang, dari PAN satu orang yang akan dipilih oleh DPRD Lombok Barat, baru nanti akan diputuskan, Tetapi itu tergantung kepada rekomendasi dari bupati definitif tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, HMA juga menyebut jika PAN tidak kekurangan kader kalau untuk menjadi wakil bupati nantinya, jika Bupati Defintif Lobar menginginkan itu, karena PAN memilki kader yang cukup banyak.
Baik di Lombok Barat, Kota Mataram dan KLU, karena banyak juga yang kepala-kepala dinas Lombok Barat yang memang KTP-nya juga Kota Mataram, dan tidak ada masalah, semakin banyak kader kita yang kita usung untuk menjadi wakil bupati.
“Karena Lombok Barat ini kan boleh kita bilang bisa saja itu kader dari Kota Mataram, Karena ini kan pemekaran dari Lombok Barat juga semuanya,” pungkasnya. (Wira/red)







