Mewaspadai Mitigasi Wabah Lumpy Skin Disease di Indonesia

JAKARTA, kabarberita.co.id – Bertempat di Grand Whiz Hotel Jakarta Jumat 1/4/2022. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Menggelar Seminar Nasional Mitigasi Wabah Lumpy Skin Disease di Indonesia. Acara Seminar Nasional ini kerjasama dengan KEMIN, ISPI, SANTORI, PT. Indo Prima Beef, KASA (Karunia Alam), QILU INDONESIA.

Acara Seminar Nasional ini dihadiri oleh Para Dokter Hewan, Pengusaha, Pengurus dan Anggota PDHI, serta media dan masyarakat umum.

Adapun Opening speech Dr.drh Muhammad Munawaroh MM, Sedangkan narasumber Seminar Nasional ini yaitu, Dr.drh. Nuryani Zainuddin Msi, drh. Try Satya Putri Naipospos MPhil, PhD., Prof Widya Asmara, Ir. Didiek Purwanto, IPU.

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia yang juga Pelaku Usaha drh. Nanang Purus Subendro Mengatakan Bagi kami pelaku usaha dibidang peternakan memang satu hal yang cukup merisaukan, Karena dampak kematiannya tidak tinggi dan juga tidak menular kemanusia tetapi dampak ekonominya yang sangat luar biasa. Dimana kalau sapi nya terkena cukup akut tidak bisa dikonsumsi, kemudian nilai ekonomi yang ditimbulkan sangat luar biasa, Disamping itu juga bagi masyarakat peternak juga menimbulkan kecemasan sehingga tadi disebutkan adanya panik selling, penjualan yang dilakukan karena panik, sehingga harganya sudah sangat merugikan peternak,”Ujar Nanang.

Kami sangat berharap pemerintah dengan hasil dari rekomendasi hasil seminar hari ini nanti bisa dilaksanakan dengan pengetatan chek point, penerapan bio security, melakukan vaksinasi dan lain sebagainya itu ini tidak bisa ditunda-tunda lagi, semakin lambat penyelesaiannya akan semakin sulit untuk membendung penyebarannya ini yang kita takutkan,”Ungkap Nanang.

Harapan kami pemerintah melakukan semacam tanggap darurat, harus cepat ini seperti yang pernah terjadi di Lampung adanya wabah jembrana adanya wabah yang menimpa sapi bali, kita lakukan gerakan cepat apa yang dilakukan dengan perbaikan sanitasi, bio security dan lain sebagainya, saya berkeyakinan ini bisa dibendung kalau tindakkannya cepat,”Pungkas drh. Nanang penuh harap.

( Shanty Rd )

Pos terkait