Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Jokowi

Jakarta, kabarberita. – Bapak Jokowi yang terhormat…Perkenalkan kami adalah para korban kebakaran pasar kalideres, Jakarta Barat. Sudah dua bulan ini kios kami terbakar dan nasib kami terkatung2 di belantara Ibukota. Belum lagi tidak adanya ganti rugi yang layak dari pihak Perumda Pasar Jaya akan barang dagangan kami yang hangus terbakar. Kami mengalami kerugian hingga ratusan juta, namun Pasar Jaya hanya memberikan uang kerohiman pada kami sebesar lima juta rupiah. Jelas hal itu kami tolak. Usaha yang kami bangun hingga puluhan tahun, hancur tanpa sisa hanya dalam sekejap.

Pada tanggal 1 Oktober 2021 kami pindah ke tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disediakan oleh pihak Perumda Pasar Jaya di area parkir yang lahannya memang sangat sempit dan terkesan dipaksakan. Ukuran kios yang kami tempati di tempat penampungan sementara itu hanya seluas 1,8 M X 1,5 M. Tidak sampai 4 meter persegi luas kios tersebut. Pada tiap kios tidak dipasang MCB, aliran listrik di penampungan tersebut di los begitu saja.

Pada awal kami berjualan di penampungan tersebut, memang sering terjadi mati listrik sebelah. Kadang di kios kami listriknya mati, di sebelah kios kami listriknya menyala, terkadang juga sebaliknya. Dan ketika kami tanyakan kepada pengurus pasar, katanya pannel listrik nya panas, maka harus dimatikan sebelah. Ada juga tetangga kios kami, pedagang juga, yang stop kontaknya telah dimatikan, namun arus listriknya masih tetap menyala, terjadi korsleting katanya, ketika kami tanyakan kepada pihak yang mengerti listrik.

Seminggu sebelum terjadi peristiwa yang naas itu, datang tim dari pusat mengontrol dan memperbaiki pannel listrik yang sering bermasalah itu selama tiga hari. Lalu tiga hari kemudian, tepatnya hari minggu, tanggal 24 Oktober 2021, terjadilah peristiwa yang sangat memilukan itu. Kios kami terbakar. Sebanyak 57 kios pada saat itu terbakar. Hanya dalam hitungan menit. Begitu juga barang dagangan kami, semuanya ludes terbakar api. Tak ada sedikit pun yang tersisa, hanya airmata dan isak tangis para korban yang terdengar.

Kini kami tidak punya modal lagi untuk berjualan, sementara hutang kami menumpuk dimana mana. Untuk membayar tagihan listrik saja kami harus meminjam ke sanak saudara dan kerabat terdekat.

Pada tanggal 5 Desember 2021 Kami sudah melakukan audiensi dengan anggota KOMISI B DPRD DKI JAKARTA. kami dijanjikan akan dibantu oleh mereka dengan memediasi antara kami, para korban kebakaran dengan pihak Perumda Pasar Jaya. Tapi hingga kini, hingga kami menulis surat ini, janji itu belum juga ditepati. Anggota Dewan yang terhormat itu belum juga mempertemukan kami, para pedagang korban kebakaran dengan pihak Perumda Pasar Jaya. Kami hanya bisa bersabar dan meratapi nasib kami yang tidak menentu di belantara Ibukota, dimana biaya hidup disini sangat tinggi sekali.

Mungkin kami cuma rakyat kecil. Mungkin suara parau kami tidak akan terdengar oleh mereka yang terbiasa bekerja di balik meja.

Bapak Presiden Jokowi yang baik…

Kami sudah lama dengar kinerja bapak yang sangat baik. Kami sudah lama dengar keberpihakan bapak kepada rakyat kecil yang sering diabaikan. Maka, tolonglah kami, pak… Tolonglah kami… Bantu kami mengatasi kesulitan kami.. Kepada siapa lagi kami meminta bantuan, kecuali pada Bapak Presiden yang mengerti jerit hati rakyat kecil seperti kami.

Dengarlah jerit hati kami, pak… Rasakan penderitaan kami…

Dari kami…
Para korban kebakaran pasar kalideres.

( Shanty )

Pos terkait